Sabtu, 08 Maret 2014

Asmara Meregang Nyawa




Hay hay hay... Sekian lama aku menunggu untuk kedatanganmu *halah nyanyi pula* hehehe... Maksud Anty, sekian lama berhenti nulis, Anty lagi gatel nih mau ngulik persoalan yang lagi hits sekarang. Sebenernya ada banyak topik sih yang lagi pegen banget Anty bahas, tapi gak tau kenapa rasanya topik hot yang satu ini cukup menarik perhatian Anty. *gayamu Nty*

Udah pada denger berita pembunuhan mantan pacar yang jadi topik panas di berbagai media belakangan ini ga temen-temen? Coretan tangan Anty kali ini ada hubungannya loh sama berita itu, coba baca deh judul postigan kali ini serem ya “Asmara Meregang Nyawa.” *horor banget* Anty sendiri cukup kaget dan jadi kepo untuk cari tau cerita yang sebenernya. Ironis banget emang kalo masalah hati, kebencian, dendam dan perasaan jadi senjata ampuh untuk melakukan tindakan-tindakan konyol yang ujungnya berimbas kematian. Kebayang ga sih betapa begonya kita kalo jadi orang yang duduk di kursi pesakitan hanya karna masalah-masalah yang sebenernya ga penting.

Semua orang di dunia ini pasti pernah ngalamin yang namanya putus cinta, cemburu, sakit hati dan dendam. Tapi kita sebagai manusia yang berpendidikan harus jadi pribadi yang pandai dan jeli untuk menyikapi semua hal-hal itu ya, jangan sampai kita justru jadi korban atas perasaan kita sendiri.

Tuhan menciptakan manusia itu dengan sempurna loh. Punya hati dan perasaan yang tulus untuk saling menghargai, menghormati, mencintai, menyayangi dan melindungi. Ga semua cinta itu akan kita miliki dan ga semua hubungan itu akan berjalan baik. *elu banget ya Nty ‘’* Saat kita mutusin untuk memulai sebuah hubungan dengan orang lain (berteman, bersahabat, bermusuhan, pacaran bahkan menikah), itu artinya kita harus siap dengan semua konsekuensinya. Siap untuk menerima semua kekurangan dan kelebihan mereka, siap untuk menjalani hari yang menyenangkan, membosankan, menegangkan atau menyedihkan. Siap untuk menerima kritik, bully, dan saran. Siap untuk dinilai baik atau buruk, siap untuk disayangi atau bahkan dibenci. *yang setuju angkat tangannya dong hihihi ^^*

Kita emang ga perah bisa merencanakan setiap peristiwa yang kita alami jadi hal yang menyenangkan. Tapi kita bisa kok menarik hal positif dari semua yang udah kita jalanin. *ala Psikolog banget* Semoga aja hot topik ini bisa jadi pelajaran yang berharga untuk kita ya.

Kita boleh membenci orang lain, tapi bencilah dia dengan porsi yang secukupnya. Kebencian yang berlebihan akan jadi racun untuk kita sendiri. Kebencian yang tidak ada bendungannya hanya akan menutup mata kita dari dunia. Kita boleh mencintai orang lain, tapi cintailah dia dengan cinta yang tulus. Cinta yang tulus ga akan pernah megeluarkan kata-kata kasar, cinta yang tulus akan tetap tersenyum sekalipun dia yang kita cintai bahagia disisi orang lain. Kita boleh punya rasa cemburu, tapi jangan biarkan rasa cemburu itu membabi buta dan menjadikan kita lemah. Mereka bilang cemburu itu tanda cinta, simbol rasa takut kehilangan. J Cemburu yang tepat ga akan membuat kita kehilangan apa pun juga, tanda cinta yang tulus ga akan membuat kita menutup mata dan menjadikan nyawa sebagai bahan permainan. 

Jadi, miliki setiap rasa (sayang, cinta, benci, iri, cemburu atau dendam) itu dengan porsi yang wajar di waktu yang tepat ya teman-teman. Ga bermaksud mengajari, hanya membagi sedikit sudut pandang yang Anty punya. J Sampai jumpa di coretan tangan berikutnya...



Coretan tangan ini Anty dedikasikan untuk mereka yang telah, masih dan akan jadi korban atas perasaan mereka sendiri. Semoga bermanfaat ^^

Tidak ada komentar: